WELE, WAJO – Pemerintah Desa Wele, Kecamatan Belawa, secara resmi memulai implementasi gerakan "Senin Kamis Gemilang" (Senin Kamis Gerakan Menolong dan Ibadah Langsung). Gerakan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Wajo ini disambut antusias oleh perangkat desa, tokoh agama, serta masyarakat setempat, Senin (26/02).
Kepala Desa Wele menyatakan bahwa gerakan ini bukan sekadar rutinitas ibadah puasa sunnah semata, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial di tingkat desa.
"Kami ingin Desa Wele menjadi pelopor dalam gerakan ini. Senin Kamis Gemilang adalah wadah bagi kita untuk melatih empati. Dengan berpuasa, kita menyisihkan sebagian rejeki yang kemudian dikumpulkan untuk membantu warga kita yang kurang mampu di desa ini," ujar Kepala Desa Wele dalam sambutannya.
Pilar Utama Gerakan di Desa Wele
Dalam pelaksanaannya, Desa Wele menitikberatkan pada tiga pilar utama:
Penguatan Spiritual: Sosialisasi keutamaan puasa Senin-Kamis bagi ASN desa dan masyarakat umum di masjid-masjid.
Aksi Sosial (Sedekah Berkah): Pengumpulan donasi sukarela dari para partisipan yang nantinya disalurkan langsung kepada kaum dhuafa dan anak yatim di wilayah Desa Wele.
Kesehatan Masyarakat: Mengedukasi warga mengenai pola hidup sehat melalui puasa sebagai metode detoksifikasi tubuh.
Antusiasme Masyarakat
Suasana di kantor Desa Wele pada hari Senin tampak berbeda. Meski tengah menjalankan ibadah puasa, pelayanan publik tetap berjalan maksimal dengan semangat yang tetap terjaga. Salah satu tokoh masyarakat Desa Wele mengungkapkan bahwa gerakan ini membangkitkan kembali nilai Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge yang menjadi ciri khas masyarakat Bugis Wajo.
Dengan adanya gerakan ini, diharapkan Desa Wele dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi Kabupaten Wajo yang lebih maju dan religius. Pemerintah Desa juga berencana menjadikan evaluasi penyaluran sedekah ini sebagai agenda rutin setiap akhir bulan.